Pemdes Nampirejo Gelar Workshop Pola Asuh Anak untuk Pencegahan Stunting
Nampirejo, 4 Juli 2025 Pemerintah Desa Nampirejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, menyelenggarakan kegiatan Workshop Pola Asuh Anak untuk Pencegahan Stunting. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh kader ILP (Integrasi Layanan Primer) Desa Nampirejo dengan menghadirkan narasumber Romiatun, S.Pd.I dari Rumah Perempuan dan Anak.
Turut hadir membuka kegiatan, Camat Batanghari Mira Hayati, S.STP beserta Koordinator Kecamatan. Dalam sambutannya, Ibu Camat menyampaikan bahwa pola asuh dan asupan gizi anak adalah pondasi penting dalam mencetak generasi masa depan.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas. Pola asuh yang baik serta kecukupan gizi bukan hanya urusan rumah tangga, tetapi misi bersama menuju Indonesia Emas,” ujar Ibu Camat.
Dalam penyampaian materinya, Romiatun menjelaskan bahwa pola asuh merupakan kemampuan keluarga dalam menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak.
Ia menekankan pentingnya komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak, peluangkan waktu secara berkualitas, serta memodifikasi cara mengasuh anak sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar parenting yang baik.
Sebaliknya, pola asuh yang terlalu otoriter, atau bahkan cuek (neglectful) dan minim keterlibatan orang tua, terbukti dapat menghambat tumbuh kembang anak dan menjadi salah satu penyebab stunting.
Baca Juga : Warga Desa Nampirejo Gelar Doa Bersama Sambut 1 Muharam 1447 H
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK)—yaitu sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Anak dengan stunting biasanya memiliki tinggi badan di bawah standar usianya dan menunjukkan keterlambatan perkembangan.
Adapun penyebab stunting antara lain:
-
Kurangnya akses terhadap makanan bergizi,
-
Minimnya imunisasi,
-
Kondisi kesehatan seperti diare atau cacingan,
-
Kurangnya stimulasi dan kebersihan lingkungan,
-
Serta pola asuh yang tidak tepat.
Faktor internal seperti perilaku orang tua, terutama pola asuh yang tidak responsif, menjadi pemicu tidak langsung yang jika terus dibiarkan, akan menjadi penyebab langsung terjadinya stunting.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk membekali kader ILP Desa Nampirejo sebagai agen perubahan di masyarakat. Mereka bukan hanya sebagai pelaksana teknis, tapi juga penyambung lidah antara masyarakat dan stakeholder, khususnya dalam memberikan edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Harapan besar tertanam dalam kegiatan ini, bahwa pada tahun 2026, Desa Nampirejo bisa mewujudkan target 0 stunting, menciptakan generasi sehat, cerdas, dan tangguh.
“Dengan pemahaman yang baik dari para kader ILP hari ini, kita optimis stunting bisa kita cegah dan tekan sedini mungkin. Karena masa depan bangsa dimulai dari anak yang sehat,” tutup Romiatun penuh semangat.
Selain materi workshop, Pemerintah Desa Nampirejo juga memberikan seragam batik/seragam baru bagi para kader ILP sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para kader ILP terlihat aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman, menunjukkan semangat yang tinggi dalam mendukung program pencegahan stunting menuju Desa Nampirejo Zero Stunting 2026.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin